Repelita Malang - Aksi penolakan terhadap RUU TNI di depan Gedung DPRD Malang diwarnai tindak kekerasan yang dilakukan oleh polisi dan tentara. Dikabarkan bahwa aparat diduga melakukan kekerasan terhadap tenaga medis di zona aman, jurnalis, serta pemulung.
Melalui akun @barengwarga di media sosial X, beredar informasi bahwa seorang pemulung perempuan diduga menjadi korban pemukulan oleh polisi. "Ibu-ibu pemulung? Kena pukul?" tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Unggahan ini langsung memicu kemarahan publik yang disampaikan melalui kolom komentar. Banyak netizen mengecam tindakan brutal aparat yang dinilai tidak manusiawi.
"Sumpah? Gw yang baca zona medis diserang saja sudah emosi nangis, ini ibu-ibu pemulung juga kena?" tulis akun @miiniioniions.
"Kalian TNI Polri nggak punya otak kah sebelum melakukan Tindakan itu? Itu ibu-ibu terlihat seperti anak muda kah? Kalian nggak punya ibu kah sampai tega kayak gitu?" tulisnya dengan menggunakan huruf kapital.
Seorang netizen membagikan pengalaman pribadi terkait alasan polisi tega melakukan kekerasan terhadap rakyat. "Tak kasih tahu pernah ada temanku polisi pernah saya tanya kok tega mukul orang pas demo?" tulis akun @trrr_mlm.
"Katanya enggak, itu buat pelampiasan kalau dia lagi emosi di rumah tangga atau keluarganya emosinya dilampiaskan ke orang tidak bersalah," tambahnya.
Tindakan yang diduga sebagai pelanggaran HAM ini disebut-sebut oleh warganet sebagai perilaku zionis.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok