Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Polisi Akui Tak Pernah Keluarkan Surat Izin Keramaian, Terkait Kontes Kecantikan Transgender di Hotel Kawasan Jakpus

Kontes Kecantikan Transgender di Jakarta Pusat Tak Ada Izinnya, Akan Dikenakan Sanksi

 Polisi memeriksa lima orang saksi terkait viral video kontes transgender di salah satu hotel kawasan Jakarta Pusat. Polisi juga menegaskan acara tersebut tidak memiliki izin keramaian.

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Dhanar Dhono Vernandhie mengatakan lima orang yang diperiksa terdiri dari dua perwakilan Hotel, tiga dari Event Organizer (EO), dan ketua panitia acara.

"Polri telah melakukan pengecekan TKP bersama Pak Danramil dan wawancara terhadap lima orang terkait kegiatan tersebut. Kami juga telah menyampaikan temuan ini kepada Pak Purba (Kasatpol PP) yang akan menindaklanjutinya," ungkap Dhanar dikutip pada Jumat (9/8/2024).

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, lanjut Dhanar, pihak kepolisian tidak pernah mengeluarkan izin keramaian untuk acara tersebut. Bahkan polisi tidak menerima permohonan izin kegiatan itu.

Acara yang dihadiri komunitas transpuan ini tidak dilaporkan ke pihak berwenang. Meskipun tidak ada unsur kriminal, pihak hotel terancam menerima teguran tertulis karena pelanggaran izin.

Sebagai informasi, izin keramaian diatur dalam Perpol Nomor 7 Tahun 2023, yang mencakup kegiatan seperti festival dan acara besar lainnya. Baik pihak hotel maupun panitia acara tidak memiliki izin keramaian yang diperlukan.

"Tidak ada izin keramaian yang dikeluarkan oleh kami, dan tidak ada permohonan izin yang diterima. Kami sangat menyayangkan hal ini," tukasnya seperti dikutip dari pojoksatu

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat menggandeng aparat kepolisian untuk mendalami adanya kegiatan kontes kecantikan transgender yang digelar di wilayah setempat.

Pemerintah Jakarta Pusat meyakini, kegiatan tersebut tidak mengantongi izin hingga akhirnya viral media sosial.

"Justru memang secara perizinan tidak ada izin untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut, sehingga baru ramai setelah ramai di medsos, kemudian ditelusuri oleh Polres (Jakarta Pusat)," kata Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma.

Hal itu dikatakan Dhany usai menghadiri pembukaan Festival Seni dan Budaya Penyandang Disabilitas di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat pada Rabu (7/8/2024).***

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved